
Judul: Pengorbanan
Penulis: Ratih Wulandari, M.Pd., Dra.Tri Muji Mulyati, Afifah Hidayati, S.Ag., Ena Hendraswari, Widyani Nurmalasari Lucky, S.Si., Astha Nirwasita Taqiyya Abdillah, Luluk Amanah, S.Pd.I., Gr., Jahidatunnisa, S.Pd., Marlina Christiani, M.Pd., Muliyanti, M.Pd., Hilmatul Azzah Tsaniyati, S.Hum., Gr., Yuniarsih, S.Pd.I., Elok Nayawita, M.Pd., Risety Endriningsih, S.Kep., Mifta Khudiyah, S.Pd., Luluk Pujiastutik, S.Pd., Rusmiati, Nurul Qodriyah, Siti Faridah, S.Pd., Dr. Reina A. Hadikusumo, S.E., M.M., M.Kom., Asti Hardianti, S.Pd., Gr., Dian Ekawati, S.Pd., Antik, Hinda Azkiya, Ayu Rahayu, Tantrie Fidrian Sari, S.Pd., Rita Yunita, S.P., M.Pd., Meti Ratna Puri, M.Pd.I., Ery Sulistyawati, S.Pd., Kiki Syarkiah, S, Pd.I, M. Pd, Gr., Endang Risyanti, S.Pd.SD., Kelana Dermawan, Moresi Alfathonah, Zubaidah, Najwa, Astri Hidayati, Amd.Farm.
Ukuran Buku: 14,8 x 21 cm
Tebal Buku: 143 halaman
ISBN: (on proses)
Harga: (opsional)
Order buku melalui WA penerbit: 085800035514
Sinopsis:
Alur berjalannya kehidupan tentu tidak luput dari yang namanya Pengorbanan. Setiap orang memiliki kisah yang berbeda-beda dalam hal pengorbanan, namun segala pengorbanan yang dialami harus dilakukan dengan rasa ikhlas. Kita hidup bagaikan kapas yang tertiup angin, terbang mengikuti arah angin dan jatuh di tempat yang sudah ditentukan. Kita bisa saja tidak tahu akan jatuh dimana, tetapi dengan rasa ikhlas kita akan menerima segala ketentuan yang telah diberikan.
Buku ini menceritakan pengorbanan-pengorbanan berharga dalam kisah hidup, dimulai dari bertemu dengan masalah dan cara menghadapi masalah hingga konklusi yang diambil, seluruh proses yang dihadapi hingga hasil yang diterima. Masalah tidak selamanya berarti ‘salah’, bisa jadi dengan masalah yang terjadi kita mendapatkan berbagai hal yang membuat kita kuat dan menjadikan ‘Pengorbanan’ menjadi bermakna.
Walaupun terasa silau di mata, kita tetap harus tegar menghadapi teriknya matahari. Mungkin memang terasa dingin, tetapi kita harus berani menerjang badai dan hujan. Dan jika ada banjir di depan mata, kita harus membuat kapal kita sendiri untuk menyeberanginya.
Tidak ada komentar