Wisata Religi Tegalsari: Menjaga Warisan Islam dan Menggerakkan Ekonomi Lokal

waktu baca 2 menit
Jumat, 4 Sep 2026 15:49 0 67 Fatiha Media

Judul: Wisata Religi Tegalsari: Menjaga Warisan Islam dan Menggerakkan Ekonomi Lokal

Penulis: Dwi Setya Nugrahini, M.Pd., Maulida Nurhidayati, M.Si.

Ukuran Buku: 14 x 20 cm

Tebal Buku: 97 halaman

ISBN: (on proses)

Harga: (opsional)

Order buku via WA: 085800035514

Sinopsis:

Buku Wisata Religi Tegalsari: Menjaga Warisan Islam dan Menggerakkan Ekonomi Lokal membahas potensi dan pengelolaan wisata religi Tegalsari di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Keberadaan Masjid Jami’ Tegalsari dan makam Kyai Ageng Muhammad Besari menjadikan kawasan ini memiliki nilai sejarah, spiritual, dan budaya yang penting bagi masyarakat. Selain sebagai tempat ibadah dan ziarah, Tegalsari juga memiliki potensi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui berbagai aktivitas usaha masyarakat.

Buku ini menguraikan konsep pariwisata, manajemen pengelolaan destinasi, tata kelola dan kolaborasi pemangku kepentingan, pelayanan pengunjung, serta pelestarian warisan Islam. Pembahasan juga mencakup peran masyarakat dalam mengembangkan ekonomi lokal, konsep kesejahteraan, dan perspektif ekonomi Islam sebagai landasan untuk mewujudkan pengelolaan wisata religi yang berkelanjutan.

Melalui pembahasan tersebut, buku ini menekankan pentingnya keseimbangan antara pelestarian nilai spiritual dan sejarah, peningkatan kualitas pengelolaan destinasi, serta pemberdayaan masyarakat. Pengembangan wisata religi tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga pada pemerataan manfaat ekonomi, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan.

Buku ini diharapkan menjadi referensi bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, pengelola destinasi wisata, pemerintah, dan masyarakat yang tertarik pada pengembangan wisata religi. Lebih dari itu, buku ini mengajak pembaca memahami bahwa pelestarian warisan Islam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan melalui tata kelola yang partisipatif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *