Overthinking Itu Bukan Pintar; Seni Mengelola Pikiran yang Berisik

waktu baca 2 menit
Selasa, 29 Sep 2026 08:14 0 22 Fatiha Media

Judul: Overthinking Itu Bukan Pintar; Seni Mengelola Pikiran yang Berisik

Penulis: Kridho Ambardi K., S.Sos.,CH

Ukuran Buku: 14 x 20 cm

Tebal Buku: 216 halaman

ISBN: (on proses)

Harga: (opsional)

Order buku via WA: 085800035514

Sinopsis:

Pernahkah kita menghabiskan waktu berjam-jam memikirkan satu hal yang sama tanpa menemukan jawaban yang benar-benar menenangkan? Mengulang percakapan yang sudah berlalu, menyesali keputusan yang telah dibuat, atau mengkhawatirkan masa depan yang bahkan belum terjadi? Semakin dipikirkan, semakin banyak kemungkinan yang muncul. Semakin dicari kepastian, semakin besar pula keraguan yang terasa. Di era ketika segala sesuatu bergerak begitu cepat, berpikir sering dianggap sebagai jalan menuju solusi. Namun ada kalanya pikiran justru menjadi tempat kita tersesat. Apa yang awalnya merupakan usaha untuk memahami keadaan perlahan berubah menjadi lingkaran pertanyaan yang tidak kunjung selesai. Kita menganalisis terlalu banyak, mempertimbangkan terlalu jauh, dan membayangkan terlalu banyak kemungkinan hingga lupa menjalani kehidupan yang sedang berlangsung.

Buku ini lahir dari kegelisahan yang dialami banyak orang: bagaimana jika pikiran yang seharusnya membantu justru menjadi sumber kelelahan? Melalui perpaduan antara psikologi modern, biopsikologi, psikologi sosial, serta refleksi kehidupan sehari-hari, buku ini mengajak pembaca memahami mengapa overthinking terjadi, bagaimana ia terbentuk, dan mengapa begitu sulit untuk dilepaskan. Pembaca akan diajak menyelami berbagai bentuk overthinking yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari overanalyzing, catastrophizing, self-doubt, ketakutan akan kegagalan, ketakutan membuat pilihan yang salah, hingga perfeksionisme dan kebutuhan untuk mengendalikan segala sesuatu. Buku ini menunjukkan bahwa di balik pikiran yang terus berputar, sering kali tersembunyi rasa takut, kebutuhan akan kepastian, serta keinginan untuk melindungi diri dari kemungkinan terburuk.

Lebih dari sekadar buku tentang overthinking, buku ini adalah perjalanan untuk memahami diri sendiri. Sebuah ajakan untuk menyadari bahwa hidup tidak selalu menuntut kepastian sebelum melangkah. Bahwa tidak semua pertanyaan harus segera dijawab. Bahwa tidak semua ketakutan harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum kita berani bergerak maju. Pada akhirnya, ketenangan bukanlah keadaan ketika pikiran berhenti bekerja. Ketenangan muncul ketika kita tidak lagi dikendalikan oleh setiap pikiran yang muncul. Ketika kita mampu membedakan mana yang perlu dipikirkan dan mana yang perlu dilepaskan. Ketika kita berhenti menunda hidup sambil menunggu semua jawaban datang. Karena hidup tidak terjadi di dalam kepala.

Buku ini ditujukan bagi siapa saja yang ingin berhenti terjebak dalam pikirannya sendiri dan mulai menjalani hidup dengan lebih sadar, lebih tenang, dan lebih utuh

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *