Berpisah Tiada

waktu baca 2 menit
Kamis, 2 Jan 2025 04:31 0 160 Fatiha Media

Judul: Berpisah Tiada

Penulis: Iip Latifah

Ukuran Buku: 14 x 20 cm

Tebal Buku: 82 halaman

QRCBN: 62-699-5603-014

Harga: 40.000

Order buku via WA: 085800035514

Sinopsis:

Ada rasa yang mesti dijaga. Ada keinginan yang mesti diraih. Bukankah pilihan yang menjadi kendala utama? Memilih dengan berbagai aturan yang dimainkan. Tidak melihat baik atau buruknya, sekalipun salah itu tertulis dalam lubuk hatinya. Berpikir bahwa berpisah atau bertemu itu adalah sebuah hal biasa. Banyak terjadi bahkan sudah lumrah. Tapi apa yang terlintas nyatanya tidak sesuai dengan kenyataan.

Bisa bandingkan kepergian dengan pertemuan? Dua hal itu tidak akan ada ujungnya, dimana setelah pertemuan pasti diakhiri dengan kepergian. Kepergian setelah itu pasti menemukan seseorang untuk kembali pada proses pergi. Lalu apa itu egois? Seseorang di luar sana mengetahui bahkan sudah hafal bahwa mereka yang egois selalu meninggalkan apa yang membuatnya berkesan.

Bukan perkara mudah untuk menjadi pribadi yang selalu bisa diandalkan. Setiap kali permasalahan muncul adakalanya ikut ke dalam rumusan dengan berisi argumen yang tak kebanyakan juga menolak. Lebih dari itu, apakah kamu percaya akan kepergian yang ia berikan?

Sempat terpikir, apakah hidup ini seperti permainan yang bisa dengan mudah dimainkan? Kita bisa mengatur jalan permainan sendiri sampai dimana permainan adalah hal mudah untuk dilakukan. Sehingga tidak akan khawatir dengan kegagalan, tapi faktanya hidup tidak semudah permainan, karena kawan tak ingin kalah dengan lawan, dan begitu aku mengerti, jangan pernah menganggap hidup dan kawan bahkan lawan bisa semudah seperti yang dipikirkan.

Aku pernah mendengar kata Einstein bahwa jika orang disakiti, ada tiga respon yang akan terjadi. Pertama jika orang tersebut membalas kejahatan yang dituai, maka dia lemah. Seorang pemaaf, mereka dibilang sebagai orang kuat. Dan jika dia merasa bahwa kejahatan itu harus dilupakan untuk kebahagian di kemuadian hari, mereka pintar. Untuk apa mengingat, apalagi dengan membalas tidak guna. Dan jika maaf yang harus diutarakan, kamu hebat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *