
Judul: Buku Ajar “Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Bifacial pada Lingkungan Industri Tropis”
Penulis: Safrizal, Dias Prihatmoko, Akhmad Pandhu Wijaya, Nugroho Eko Budiyanto, Vika Choirunnisa, B., Amirul Hasan
Ukuran Buku: 14 x 20 cm
Tebal Buku: 105 halaman
ISBN: (on proses)
Harga: (opsional)
Order buku via WA: 085800035514
Sinopsis:
Buku Ajar Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Bifacial pada Lingkungan Industri Tropis
Percepatan transisi energi menuntut lahirnya solusi inovatif yang tidak hanya meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan, tetapi juga mampu diintegrasikan dengan infrastruktur pembangkit listrik yang telah beroperasi. Buku ini mengulas secara komprehensif konsep, metode, dan implementasi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bifacial pada lingkungan industri tropis, dengan menjadikan PLTU Tanjung Jati B sebagai studi kasus utama.
Pembahasan diawali dengan tantangan dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan, konsep hybrid power plant, serta strategi pemanfaatan energi surya untuk menyuplai beban auxiliary PLTU. Selanjutnya, buku menguraikan teknologi panel surya bifacial, karakteristik performanya pada iklim tropis, sistem kelistrikan internal PLTU, metode integrasi ke jaringan pembangkit, hingga analisis kualitas daya. Selain itu, disajikan pemodelan produksi energi menggunakan data meteorologi dan model termal, evaluasi pengurangan emisi karbon, analisis kelayakan ekonomi, serta aspek operasi dan pemeliharaan sistem.
Disusun dengan pendekatan akademik yang dipadukan dengan pengalaman lapangan, buku ini dilengkapi contoh perhitungan, studi kasus nyata, soal latihan, tugas proyek, dan wawasan praktis yang memudahkan pembaca memahami penerapan teknologi secara komprehensif. Buku ini menjadi referensi yang relevan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi industri ketenagalistrikan, maupun pengambil kebijakan yang ingin mendalami integrasi energi surya pada pembangkit listrik konvensional sebagai bagian dari upaya mewujudkan sistem energi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan rendah emisi.
Tidak ada komentar