Ujung Waktu

waktu baca 3 menit
Rabu, 10 Mei 2023 06:02 0 194 Fatiha Media

Judul: Ujung Waktu

Penulis: Melina Ukhtiya Yulfa

Ukuran Buku: 14,8 x 21 cm

Tebal Buku: 181 hlm

ISBN: 978-623-8217-12-0

Harga: 63.000

Penerbit: Fatiha Media

Sinopsis:
Novel Ujung Waktu menceritakan tentang kisah perjalanan seorang wanita bernama Mentari. Mulai dari kisah cintanya karimya pendidikan dan juga kehidupan sosialnya. Cerita ini diawali dengan konflik di mana Ayah dari tokoh utama mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Dari adanya konflik tersebut nantinya memunculkan konflik-konflik lain seperti konflik saat Mentari bertemu dengan Chandra hingga terjalin hubungan antara keduanya.
Pada bab awal juga membahas tentang pentingnya sikap saling menyayangi dan mengasihi satu sama lain. Pada novel ini bukti kasih sayang digambarkan dengan tokoh utama yang memiliki seorang sahabat bernama Amel yang begitu tulus menyayangi tanpa meminta imbalan apapun ketika memberikan bantuan. Dalam novel diceritakan bahwa Amel adalah sahabat dari Mentari dari mulai bangku SMP yang tumbuh bersama hingga menemukan kebahagiaannya masing-masing.
Novel Ujung Waktu ini juga menceritakan tentang perjuangan tokoh utama yang berhasil menyelesaikan pendidikan S1 sampai S2 nya dengan nilai yang sempurna. Namun dibalik keberhasilannya Mentari mengalami banyak sekali rintangan mulai dari persoalan keluarga, Asmara yang gagal, dan juga lingkup pertemanan. Perjuangan dan kerja keras dari tokoh utama untuk dalam menyelesaikan pendidikannya demi meraih cita-cita adalah salah satu poin penting yang dibahas di novel Ujung Waktu ini.
Pada novel Ujung Waktu ini juga membahas tentang karir dari tokoh utama yang harus ia perjuangkan mulai dari nol dengan penuh rasa sakit yang menemani prosesnya hingga menjadi sebuah kesuksesan. Kesuksesan dari tokoh utama dalam novel ini diceritakan dengan tokoh utama berhasil menjadi seorang psikolog anak di salah satu rumah sakit yang terkenal di Surabaya.
Novel Ujung Waktu ini juga menceritakan tentang kisah cinta dari tokoh utama Mentari dengan Chandra yang tidak berjalan mulus. Terdapat beberapa rintangan yang menghadang. Dalam novel diceritakan beberapa rintangannya adalah karena keegoisan yang mendominasi, sikap tidak saling percaya dengan pasangan, dan juga mengenai adat istiadat. Yang dimaksud adat istiadat dalam novel Ujung Waktu adalah mengenai perhitungan jawa (Wethon). Dalam cerita membahas tentang ketidak cocokan perhitungan weton anatara Mentari dengan Chandra yang berimbas pada hubungan asmara tokoh utama. ketidak cocokan yang mengharuskan Mentari dengan Chandra berpisah dipicu oleh kepercayaan dari keluarga Chandra yang memegang teguh budaya jawa.
Dari adanya permasalah mengenai kisah cinta anatar Mentari dengan Chandra mengharuskan Mentari mengalah untuk tidak melanjutkan perjalanan cinta mereka. Selain itu nuga karena keegoisan yang tinggi dari Chandra. Dengan berakhirnya hubungan anatara keduanaya Mentari menemukan pengganti Chandra. Laki-laki bernama Azka berhasil merebut hati Mentari. Azka adalah rekan kerja Mentari yang telah lama menaruh rasa terhadap Mentari. Diceritakan bahwa Azka adalah laki-laki setia yang menunggu Mentari dari awal cerita hingga akhir cerita.
Pada akhir cerita diceritakan bahwa tokoh utama telah menemukan kebahagiaannya bersama dengan Azka dan Chandra masih mencoba untuk menerima takdir yang sudah dituliskan oleh Tuhan. Tentunya kebahagiaan tidak didapat tokoh utama dengan mudah, harus ada sebuah perjuangan tangisan dan luka yang dialami oleh tokoh utama.

-Tulisan di cover belakang:
Semenjak aku menemukanmu, sampai detik ini aku tidak ingin kamu terganti.
Karena aku ada dari cintamu, setiap keinginan untuk meninggalkanmu tidak pernah ada dalam relung hatiku.
Aku mencintaimu dengan semua ku

-Mentari-

 

Tuhan tidak pernah mempertemukan kita dengan orang yang salah.
Kamu juga tidak salah karena pergi meninggalkanku, hanya saja memang takdir tidak mempersatukan kita

-Chandra-

 

Kita selalu berharap kepada Tuhan agar menemukan ending yang pantas untuk didapat setelah apa yang kita lalui.

-Azka-

 

Terima kasih karena telah mengizinkan aku sejenak meminjam hatimu meski kamu enggan memberikannya kepadaku.
Aku menyadari satu hal bahwa kita punya mau tapi Tuhan punya kuasa. Sampai bertemu pada ujung waktu yang penuh kebahagiaan untuk kita

-Melina Ukhtiya Yulfa-

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *