Ini Bukan Buku (Semua Hanya Khayalan)

waktu baca 2 menit
Senin, 23 Des 2024 14:43 0 153 Fatiha Media

Judul: Ini Bukan Buku (Semua Hanya Khayalan)

Penulis: Triono, Ahmad Dafik Alfarizi, Mandala Raven Aditya, Syauqi Asmaul Husna, Ahmad Maulidun

Ukuran Buku: 14 x 20 cm

Tebal Buku: 83 halaman

QRCBN: 62-699-2362-146

Harga: 40.000

Order Buku Via WA: 085800035514

Sinopsis:

Buku ini berisi tulisan-tulisan dari taruna kelas XII RPL. Buku ini menceritakan tentang Rania  siswa kelas 12 di SMA Harapan Bangsa. Ia bercita-cita untuk menjadi arsitek dan tidak mudah baginya untuk melewati  itu semua. Ada kegagalan dan ada kebingungan untuk terus melangkah maju apa lagi di masa muda ini adalah momen penentu kehidupan di masa depan sehingga perlu dimanfaatkan sebaik mungkin.

Lalu dibuku ini juga menceritakan pengalaman taruna sebagai siswa SMK yang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Bandung, kota yang dikenal dengan keindahan dan kreativitasnya. Di sebuah balai pemerintah di Cimahi, Dimana taruna belajar langsung dari seorang mentor berpengalaman tentang pemrograman, pengembangan aplikasi, dan pentingnya kerja sama tim. Tak hanya fokus pada dunia kerja, saya juga menikmati suasana Bandung, menjelajahi tempat-tempat ikonik seperti Braga dan alun-alun Bandung. Tantangan dan tekanan selama PKL menjadi pelajaran berharga yang membentuk kepercayaan diri saya untuk menghadapi dunia profesional. Pengalaman ini memberi saya ilmu, kenangan, dan inspirasi untuk terus berkembang di bidang teknologi.

Selanjutnya di dalam buku ini juga menceritakan kisah Kerajaan, dimana ketika dunia masih dipenuhi kerajaan-kerajaan besar, lahirlah seorang pemimpin yang akan dikenang sepanjang sejarah, Kaisar Triyono. Berasal dari sebuah desa kecil di timur, Triyono dikenal dengan kecerdasannya dan kepemimpinannya yang luar biasa. la bukanlah keturunan bangsawan, melainkan seorang anak petani yang dengan kegigihan dan tekad kuat berhasil meraih kekuasaan dan mempersatukan berbagai wilayah di bawah satu panji.

Adalagi Kisah bermula dari Kerajaan Seruni yang makmur berada di sebuah pulau subur, dipimpin oleh Prabu Wirasena yang bijaksana. Di istana, Raden Soekmoto, putra mahkota bungsu, tumbuh dengan kekaguman pada kakaknya, Raden Soekmaji, seorang ahli pedang.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *