Judul: Islam dan Kearifan Lokal: Menelisik Pesan Moderasi Beragama dalam Seloko Adat Melayu Jambi
Penulis: Adeni
Tebal Halaman: 128
Ukuran Buku: 14,8 x 21
ISBN: 978-623-88395-1-3
Harga: 66.000
Sinopsis:
Buku ini membahas pesan moderasi beragama dalam seloko adat Melayu Jambi. Adat Jambi dikenal dengan ‘adat basandi syara’; syara’ basandi kitabullah’, yaitu adat yang merujuk kepada syariat Islam yang bersumber dari al-Quran dan sunnah, tetapi uniknya, pada masyarakat Jambi, syariat Islam didialogkan/dikomunikasikan dengan adat oleh para tetua adat dan tokoh agama sehingga melahirkan adat Jambi yang memiliki dua dimensi penting, yaitu dimensi lokalitas dan dimensi keislaman. Dialog yang harmonis antara ajaran Islam dan adat ini tampak dalam butiran-butiran seloko adat Jambi yang menjadi pedoman masyarakat Jambi dalam menjalani kehidupan sehari-hari mereka.
Hal yang menarik adalah bahwa seloko adat Jambi memuat nilai-nilai moderasi beragama (wasathiyah). Kajian moderasi beragama menjadi penting adanya di tengah berbagai narasi kebencian atas nama agama yang mencoba menolak entitas keislaman lokal (local Islam). Diantara narasi yang berkembang adalah ‘adat dianggap telah merusak kemurnian ajaran Islam.’ Narasi ini tentu tidak sepenuhnya sejalan dengan visi Islam rahmatan lil alamin dimana Islam dapat tampil dalam wajah keislaman lokal dimanapun Islam dihadirkan. Oleh karena itu, buku ini ditulis untuk merespons isu tersebut. Menggunakan jenis riset kualitatif dengan pendekatan dakwah berbasis konten analisis, yang diperkuat dengan wawancara dengan para pelaku adat di Jambi, buku ini membuktikan bahwa seloko adat Jambi sarat dengan nilai-nilai moderasi beragama. Contohnya, pada kasus hukum pampas, sebuah hukum adat yang berkaitan dengan tindakan melukai atau menghilangkan nyawa orang lain, tampak bahwa hukum qishash tidak diterapkan sebagaimana yang terdapat di dalam al-Quran, tetapi masyarakat Jambi mengambil jalan tengah (moderat) dengan menetapkan kebiasaan “memaafkan” antara pelaku dan keluarga korban serta menetapkan denda bagi pelaku. Artinya, masyarakat Jambi memilih melakukan kontekstualisasi Islam dengan realitas Indonesia yang memang tidak berbasis pada syariat Islam. Terdapat banyak nilai-nilai lain yang menunjukkan moderasi Islam dalam seloko adat Melayu Jambi yang dipaparkan dalam buku ini. Nilai-nilai lokal masyarakat Jambi ini relevan bagi konteks keindonesiaan yang mejemuk. Apa yang terdapat dalam seloko adat Jambi memperkuat tradisi Islam Indonesia (Indonesian Islam) sebagai realitas keislaman yang absah dan bisa menjadi sumber kedamaian.
Lihat cover:
Penerbit: Fatiha Media
Tidak ada komentar